Konsumsi dan kebutuhan air selada pada teknik hidroponik sistem terapung

Penulis

  • Riani Muharomah Program Studi Teknik Sipil dan Lingkungan - IPB http://orcid.org/0000-0002-2815-3792
  • Budi Indra Setiawan Program Studi Teknik Sipil dan Lingkungan - IPB
  • Muhammad Yanuar J. Purwanto Program Studi Teknik Sipil dan Lingkungan - IPB

DOI:

https://doi.org/10.31028/ji.v12.i1.47-54

Kata Kunci:

hidroponik, kebutuhan air, konsumsi air, selada, tinggi muka air

Abstrak

Teknik Hidroponik Sistem Terapung (THST) adalah teknik hidroponik yang media tanamnya ditempatkan pada styrofoam yang mengapung di kolam besar yang mengandung larutan nutrisi. Kendala umum yang dihadapi oleh teknik hidroponik ini adalah tidak adanya tambahan air selama musim tanam, sehingga tingkat air di kolam menyusut akibat konsumsi air oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsumsi air yang berfluktuasi selama masa tanam dan penambahan air yang diperlukan untuk menjaga tingkat muka air. Rata-rata konsumsi air pada penelitian ini adalah 0,74 mm/hari. Akumulasi konsumsi air selama 54 hari dalam dua periode musim tanam adalah 40 mm. Tingkat konsumsi air pada awal musim tanam lebih kecil yaitu sebesar 0,75 mm/hari dan terbesar terjadi pada akhir musim tanam sebesar 2,09 mm/hari. Akhirnya, kebutuhan air untuk menjaga kadar air pada awalnya adalah 0,76 liter/hari/m2 dan kemudian meningkat sampai mencapai 2,09 liter/hari/m2 pada akhir musim tanam atau setara dengan 7,59 m3 per 90 m2 luasan tanam.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Allen, R.G., Pereira, L.S., Raes, D., & Smith, M. (1998). Crop Evapotranspiration Guidelines for Computing Crop Water Requirements. (FAO Irrigation and Drainage Paper No. 56). Rome, Italy: Food and Agriculture Organization.

Fallovo, C., Rouphael, Y., Rea, E., Battistelli, A., & Colla, G. (2009). Nutrient solution concentration and growing season affect yield and quality of Lactuca sativa L. var. acephala in floating raft culture. Journal of the Science of Food and Agriculture, 89(10), 1682-1689.

Frezza, D., León, A., Logegaray, V., Chiesa, A., Desimone, M., & Diaz, L. (2005). Soilless culture technology for high quality lettuce. Acta Horticulturae, 697, 43-48.

Gonzales, J.A., Maruo, T., & Shinohara, Y. (2010). Uptake ability of tomato plants (Solanum lycopersicum L.) grown using nutrient film technique (NFT) by ascending nutrient concentration method. Journal ISSAAS, 16(1), 31-39.

Grewal, H.S., Maheshwari, B., & Parks, S.E. (2011). Water and nutrient use efficiency of a low-cost hydroponic greenhouse for a cucumber crop: An Australian case study. Agricultural Water Management, 98(5), 841-846.

Hussain, A., Iqbal, K., Aziem, S., Mahato, P., & Negi, A.K. (2014). A review on the science of growing crops without soil (soilless culture) - a novel alternative for growing crops. International Journal of Agricultural and Crop Science, 7(11), 833-842.

Indrawati, R., Indradewa, D., & Utami, S.N.H. (2012). Pengaruh komposisi media dan kadar nutrisi hidroponik terhadap pertumbuhan dan hasil tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Vegetalika, 1(3), 109-119.

Maclean, H., Dochain, D., Waters, G., Stasiak, M., Dixon, M., & Van Der Straeten, D. (2012). A simple mass balance model for lettuce-the water balance. IFAC Proceedings Volumes, 45(16), 1442-1447.

Mahjoor, F., Ghaemi, A.A., & Golabi, M.H. (2016). Interaction effects of water salinity and hydroponic growth medium on eggplant yield, water-use efficiency, and evapotranspiration. International Soil and Water Conservation Research, 4(2), 99-107.

Pelesco, V.A., & Alagao, F. B. (2014). Evapotranspiration rate of lettuce (Lactuca sativa L., Asteraceae) in a non-circulating hydroponics system. Journal of Society and Technology, 4(1), 1-6.

Scuderi, D., Restuccia, C., Chisari, M., Barbagallo, R.N., Caggia, C., & Giuffrida, F. (2011). Salinity of nutrient solution influences the shelf-life of fresh-cut lettuce grown in floating system. Postharvest Biology and Technology, 59(2), 132-137.

Shih, S.F., & Rahi, G. S. (1984). Evapotranspiration of lettuce in relation to water table depth. Transactions of the ASAE, 27(4), 1074-1080.

Silva, L., Gasca-Leyva, E., Escalante, E., Fitzsimmons, K.M., & Lozano, D.V. (2015). Evaluation of biomass yield and water treatment in two aquaponic systems using the dynamic root floating technique (DRF). Sustainability, 7(11), 15384-15399.

Soares, H.R., Silva, Ê.F.de F., Silva, G.F.da, Pedrosa, E.M., Rolim, M.M., & Santos, A.N. (2015). Lettuce growth and water consumption in NFT hydroponic system using brackish water. Revista Brasileira de Engenharia Agrícola E Ambiental, 19(7), 636-642.

Suprijadi, S., Nuraini, N., & Yusuf, M. (2011). Sistem kontrol nutrisi hidroponik dengan menggunakan logika fuzzy. Jurnal Otomasi Kontrol Dan Instrumentasi, 1(1), 49.

Susila, A.D., & Koerniawati, Y. (2004). Pengaruh volume dan jenis media tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa) dalam teknologi hidroponik sistem terapung. Buletin Agronomi, 32(3), 16-21.

Susila, A.D. (2015). Teknologi hidroponik sistem terapung. Sirkuler, 5, 1-5.

Unduhan

Diterbitkan

2017-12-29

Cara Mengutip

Muharomah, R., Setiawan, B. I., & Purwanto, M. Y. J. (2017). Konsumsi dan kebutuhan air selada pada teknik hidroponik sistem terapung. Jurnal Irigasi, 12(1), 47–54. https://doi.org/10.31028/ji.v12.i1.47-54

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

> >> 
Loading...