FUNGSI KESAKSIAN DALAM AKTA NOTARIS

TAURATIYA, TAURATIYA and Arpan, Amrullah and Subari, Albar Sentosa (2014) FUNGSI KESAKSIAN DALAM AKTA NOTARIS. Undergraduate thesis, Sriwijaya University.

[img]
Preview
Text
RAMA_74201_02101001024_0001015528_01_front_ref.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (402kB) | Preview
[img] Text
RAMA_74201_02101001024_0001015528_02.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (345kB) | Request a copy
[img] Text
RAMA_74201_02101001024_0001015528_03.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (252kB) | Request a copy
[img] Text
RAMA_74201_02101001024_0001015528_04.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (89kB) | Request a copy
[img] Text
RAMA_74201_02101001024_0001015528_05_ref.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (156kB) | Request a copy
[img] Text
RAMA_74201_02101001024_0001015528_06_lamp.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (307kB) | Request a copy

Abstract

Notaris merupakan pejabat umum atau pejabat negara yang berwenang membuat akta otentik. Pada setiap akta yang dibuat oleh Notaris, harus disaksikan oleh dua orang saksi atau lebih yang identitasnya disebutkan secara tegas pada bagian akhir akta. Akan tetapi, dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris tidak mengatur tentang kewajiban para saksi akta untuk merahasiakan isi akta. Dengan demikian muncul permasalahan mengenai: “Apakah saksi akta Notaris benar mengenal para penghadap dan mengetahui perbuatan hukum yang dilakukan oleh para penghadap dan Notaris ? dan Apakah saksi instrumentair yang ikut menandatangani akta Notaris dapat dimintakan pertanggung jawaban terhadap kerugian dari akta Notaris yang mengandung cacat hukum ?”. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Bahan hukum yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan bahan hukum primer yaitu, peraturan perundang-undangan yang berlaku, bahan hukum sekunder antara lain tulisan ilmiah, artikel dibidang hukum, dan buku-buku pedoman dibidang ilmu hukum, dan bahan hukum tersier khususnya yang berkaitan dengan kewajiban saksi akta untuk mengetahui kebenaran isi akta dan tanggungjawab saksi dalam pembuatan akta Notaris, yang kemudian akan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa saksi akta harus mengetahui isi akta Notaris yang ia tandatangani, dan mengetahui kebenaran terhadap perbuatan yang termuat dalam akta Notaris. Apabila para pihak menuntut pertanggungjawaban akta Notaris yang menimbulkan kerugian, maka saksi instrumentair pada akta Notaris tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban, karena saksi instrumentair yang dihadirkan dalam pembuatan akta Notaris hanya sebatas pemenuhan syarat formalitas yang ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (UUJN).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Akta Notaris, Kesaksian, Saksi Attesterend dan Saksi Instrumentair, Pertanggungjawaban
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence
K Law > K Law (General) > K85-89 Legal research
Divisions: Faculty of Law > 74201-Law (S1)
Depositing User: Ms. Volunteer Rizky Laily Nurbaiti
Date Deposited: 27 Nov 2019 08:53
Last Modified: 27 Nov 2019 08:53
URI: http://repository.unsri.ac.id/id/eprint/18872

Actions (login required)

View Item View Item