Pemanfaatan Markah Molekuler Untuk Mengidentifikasi Dan Menseleksi Hasil Persilangan Pada Tanaman

Hasmeda, Mery (2010) Pemanfaatan Markah Molekuler Untuk Mengidentifikasi Dan Menseleksi Hasil Persilangan Pada Tanaman. In: Seminar Nasional Hasil Penelitian Bidang Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang, pp. 320-328. ISBN 978-979-25-8651-0

[thumbnail of Pemanfaatan_markah_morkuler.pdf]
Preview
Text
Pemanfaatan_markah_morkuler.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Alternatif solusi dalam mengatasi pemulian konvensional adalah dengan menggunakan markah molekuler. Markah molekuler berkembang pesat setelah ditemukannya teknologi molekuler berbasiis DNA pata tahun 1980-an. Penggunaan markah molekuler (DNA) untuk menelusuri keberadaan gen-gen sasaran semakin meningkat terutama pada program silang balik (backcrossing selection). Melalui Marker Assisted Backcrossing, MAB), beberapa efisiensi pemuliaan tanaman dapat ditingkatkan.Diantara markah molekuler (DNA) yang digunakan adalah adalah markah RAPD. Prinsip kerja markah RAPD adalah berdasarkan perbedaan amplifikasi PCR pada sample DNA dari sekuen oligonukleotida pendek yang secara genetik merupakan kelompok markah dominan (Williams et al, 1990). Primer RAPD bersifat random dengan ukuran panjang 10 nukleotida. Umumnya primer yang diguankan terdiri atas sepuluh atau lebih susunan nukleotida (Oligonukleotida) dan berperan sebagai pemula pada sintesis DNA dengan PCR (Innis dan Gelfand, 1990). Jumlah produk amplifikasi PCR berhubungan langsung dengan jumlah dan orientasi sekuen yang komplimenter terhadap primer di dalam genom tanaman. Melalui markah RAPD, kuantitas DNA yang dibutuhkan sedikit, hemat biaya, mudah dipelajari dan primer yang digunakan sudah banyak dikomersialisasikan sehingga mudah diperoleh (Sitompul et al., 1995). Analisis DNA melalui metoda RAPD mampu menemukan perbedaan struktur DNA pada tanaman yang sama dari beberapa hasil persilangan. Penelitian dengan menggunakan teknik RAPD sebagai marker molekuler telah banyak digunakan dan berhasil mengidentifikasi keragaman genetik 10 kultivar pepaya (Stiles et al., 1993), 32 jenis sorgum (Pammi et al., 1994), identifikasi genetik tanaman kakao dan tanaman kopi. Teknik RAPD sebagai penanda molekuler menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) mampu mengamplifikasi DNA hasil ekstraksi dalam jumlah kecil dan dalam waktu yang singkat (William et al., 1990). Analisis tanaman dengan PCR ini telah digunakan secara luas dalam berbagai aspek studi biomolekuler tanaman, selain itu juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi ketahanan tanaman terhadap suatu penyakit (Aqwanda et al., 1997)

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: RAPD,DNA,PCR,Genetik
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General) > S1-(972) Agriculture (General)
Divisions: 05-Faculty of Agriculture > 54204-Agronomy (Agricultural Sciences) (S1)
Depositing User: backup admin
Date Deposited: 27 Jan 2020 06:43
Last Modified: 27 Jan 2020 06:43
URI: http://repository.unsri.ac.id/id/eprint/25493

Actions (login required)

View Item View Item