KAJI EKSPERIMENTAL MESIN PENGKONDISIAN UDARA TIPE AC SPLIT-UNIT SISTEM MULTI EVAPORATOR

M.Zahri, Kadir and Marwani, Marwani and chandra santosa, BW (2016) KAJI EKSPERIMENTAL MESIN PENGKONDISIAN UDARA TIPE AC SPLIT-UNIT SISTEM MULTI EVAPORATOR. In: SEMINAR NASIONAL AVOER 8 Applicable Innovation of Engineering and Science Researches, 19‐20 Oktober 2016, Palembang, Indonesia.

[thumbnail of Hal depan+ makalah AVOER 8 2016_Kaji eksperimental Mesin Pengkondisian Udara tipe AC split...pdf] Text
Hal depan+ makalah AVOER 8 2016_Kaji eksperimental Mesin Pengkondisian Udara tipe AC split...pdf

Download (860kB)

Abstract

Mesin Pengkondisian Udara pada saat ini di Indonesia sudah menjadi kebutuhan standar pada berbagai bangunan gedung maupun pada rumah tempat tinggal. Hasil auidit energi dari berbagai sumber menunjukkan bahwa sebuah gedung atau rumah tinggal lebih dari 60 % dari total pemakaian energinya diserap oleh sistem pengkondisian udara. Pada bangunan gedung perkantoran,sekolah, ruko dan rumah tinggal umumnya menggunakan mesin pengkondisian udara tipe AC Splitt-Unit , yaitu jenis mesin pengkondisian udara yang terdiri dari sebuah kondenser dan kompressor (outdoor-unit) dan sebuah evaporator (indoor-unit). Jadi untuk mengkondisikan udara sebuah ruangan paling tidak dibutuhkan sebuah indoor-unit dengan sebuah outdoor-unit.Memodifikasi AC Split-Unit dengan hanya menggunakan sebuah outdoor-unit untuk lebih dari satu indoor-unit (evaporator) atau sistem multi-evaporator yang dapat digunakan untuk dua ruangan terpisah atau sebuah ruangan besar yang membutuhkan dua buah evaporator tampaknya akan dapat menghemat energi/ biaya operasional dan biaya alat/ komponen. Telah dilakukan kaji eksperimental terhadap sebuah mesin pengkondisian udara multi-evaporator hasil modifikasi dari AC Split-Unit dengan dua buah eaporator berkapasitas masing-masing 1 kW dengan sistem individual expansion valve dan multiple expansion valve. COP untuk sistem multi-evaporator dengan individual expansion valve didapat 1.030 dan dengan multiple expansion valve 1,349; sedangkan COP untuk sistem single evaporator didapat 1,379. Jadi COP sistem multi-evaporator ini lebih kecil 2,2 % - 25,3 % dibanding sistem single-evaporator.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: #3 Repository of Lecturer Academic Credit Systems (TPAK) > Articles Access for TPAK (Not Open Sources)
Divisions: 03-Faculty of Engineering > 21201-Mechanical Engineering (S1)
Depositing User: Dr. Ir, Marwani Marwani
Date Deposited: 29 Apr 2023 14:20
Last Modified: 29 Apr 2023 14:20
URI: http://repository.unsri.ac.id/id/eprint/98126

Actions (login required)

View Item View Item