KOORDINASI PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALOI PERMAI TAHUN 2019

BELLA LIANY, PUTRI and Iwan Stia, Budi (2019) KOORDINASI PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALOI PERMAI TAHUN 2019. Undergraduate thesis, Sriwijaya University.

[img] Text
RAMA_13201_10011181520021.pdf

Download (2MB)
[img] Text
RAMA_13201_10011181520021_0006127701_01_Front_Ref.pdf

Download (760kB)
[img] Text
RAMA_13201_10011181520021_0006127701_02.pdf

Download (550kB)
[img] Text
RAMA_13201_10011181520021_0006127701_03.pdf

Download (104kB)
[img] Text
RAMA_13201_10011181520021_0006127701_04.pdf

Download (114kB)
[img] Text
RAMA_13201_10011181520021_0006127701_05.pdf

Download (455kB)
[img] Text
RAMA_13201_10011181520021_0006127701_06.pdf

Download (284kB)
[img] Text
RAMA_13201_10011181520021_0006127701_07.pdf

Download (98kB)
[img] Text
RAMA_13201_10011181520021_0006127701_08_REF.pdf

Download (212kB)
[img] Text
RAMA_13201_10011181520021_0006127701_09_LAMP.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Balita adalah kelompok umur yang paling sering menderita gizi buruk dan kekurangan gizi. berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam tahun 2017 mengenai cakupan pemantauan tumbuh kembang balita yaitu sebesar 49,6% dari target yang ditetapkan oleh Kemenkes RI yaitu sebesar 80%. Puskesmas Baloi Permai merupakan puskesmas terendah dengan cakupan capaian 35,8%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis koordinasi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di wilayah kerja Puskesmas Baloi Permai. Metode : Desain penelitian kualitatif dengan metode penelitian wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Jumlah informan dalam penelitian ini ada 8 orang yaitu, kepala Puskesmas, Penanggung jawab program tumbuh kembang, bidan pelaksana, dan kader. Analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian : Jenis koordinasi berdasarkan tingkat ketergantungan antara penanggung jawab program dengan bidan pelaksana yaitu jenis koordinasi pooled interdependence berdasarkan adanya hubungan terpusat dalam melaksanakan tugas dan jenis koordiniasi antara bidan pelaksana dengan kader yaitu jenis koordinasi pooled interdependence. Tidak adanya standarisasi proses kerja (SOP) yang tersedia hanya job description , sudah memiliki standarisasi hasil kerja dilihat berdasarkan target Puskesmas yaitu 90% dan target cakupan pemantauan tumbuh kembang kabuptaen/kota Batam 100% dilihat dari SPM, dan tidak ada standarisasi keterampilan dan pengetahuan berupa pelatihan melainkan hanya pertemuan. Supervise dilakukan secara langsung dan tidak langsung yang regular (tidak rutin dan tidak terjadwal) serta tidak adanya feedback. Diketahui bahwa ada komunikasi formal dan informal namun tidak rutin dan tidak terjadwal terkait pemantauan petumbuhan dan perkembangan balita melalui telepon dan grup whatsapp. Kesimpulan : Berdasarkan hal tersebut koordinasi dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita belum optimal. Sebaiknya Puskesmas memberikan informasi dan pemahaman lebih kepada pihak yang terkait dalam pelaksanaan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta berperan aktif mengenai target capaian yang harus dicapai.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Koordinasi, Pertumbuhan, Perkembangan
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: 10-Faculty of Public Health > 13201-Public Health (S1)
Depositing User: Administrator Library
Date Deposited: 01 Aug 2019 13:15
Last Modified: 29 Aug 2019 02:48
URI: http://repository.unsri.ac.id/id/eprint/1577

Actions (login required)

View Item View Item