PENGARUH STRUKTUR PASAR DAN TINGKAT KONSENTRASI PABRIK CRUMB RUBBER TERHADAP PERILAKU PENENTUAN HARGA BELI BOKAR PETANI DI SUMATERA SELATAN : Laporan Penelitian Unggulan Kompetitif Unsri 2018

Hamzah, Maryanah and Yulius, Yulius and Bidarti, Agustina (2018) PENGARUH STRUKTUR PASAR DAN TINGKAT KONSENTRASI PABRIK CRUMB RUBBER TERHADAP PERILAKU PENENTUAN HARGA BELI BOKAR PETANI DI SUMATERA SELATAN : Laporan Penelitian Unggulan Kompetitif Unsri 2018. Project Report. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sriwijaya, Palembang.

[img]
Preview
Text
LAPORAN PENELITIAN UK BU LAILA OKE.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (710kB) | Preview

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui mekanisme penentuan harga beli bokar, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga beli tersebut dan struktur serta tingkat konsentrasi pasar pabrik crumb rubber di Sumatera Selatan, mengidentifikasi alasan pabrik crumb rubber dan petani atau kelompok tani menjalankan dan tidak menjalankan pola kemitraan dalam pemasaran bokar. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan metode survai pada tiga lokasi dimana terdapat pabrik yang menerapkan dan tidak menerapkan kemitraan yaitu Kabupaten Muratara, Muara Enim dan Musi Banyuasin, sedangkan Kota Palembang mewakili lokasi pabrik crumb rubber terbanyak. Pada ketiga lokasi yang menerapkan pola kemitraan tersebut, disamping diambil sampel pabrik crumb rubber yang menerapakan dan tidak menerapakan, juga masing-masing akan diambil dua desa secara sengaja yang organisasi petaninya menerapkan dan tidak menerapkan pemasaran pola kemitraan. Selanjutnya pada masing-masing desa sampel akan diambil 30 sampel petani menggunakan acak sederhana, sehingga ada 180 petani karet yang dijadikan sampel. Sampel pabrik untuk Kota Palembang adalah pabrik yang memiliki kapasitas lebih dari 100 ribu ton per tahun. Kemudian metode pengolahan data dilakukan secara deskriptif kuantitaif dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa 89% perusahaan crumb rubber dalam menentukan harga beli bokar dari pedagang perantara telah menggunakan standar seperti KKK, bahan pembeku yang digunakan, tidak ada kontaminan dan tidak direndam. Umur pabrik dan kadar karet kering bokar berpengaruh positif terhadap harga beli bokar, sebaliknya harga internasional berpengaruh negatif. Waktu penjualan dan stok bokar pabrik crumb rubber tidak berpengaruh terhadap harga beli pabrik. Sturktur pasar pabrik karet di Sumatera Selatan adalah oligopsoni konsentrasi sedang, tidak mungkin perusahaan memiliki kesepakatan menentukan harga beli. Alasan pabrik melakukan kemitraan adalah: (1) permintaan pemerintah, (2) memenuhi kewajiban membantu masyarakat, (3) menjaga keseimbangan pasokan bahan baku, (4) menjaga hubungan baik dengan petani. Alasan tidak bermitra: (1) sulit membuat kesepakatan perihal harga karet, dan (2) bisa langsung beli dengan pedagan. Alasan berhenti bermitra adalah petani tidak tertarik karena harga karet terus turun. Alasan terbesar petani tidak menjalankan kemitraan dengan pabrik crumb rubber adalah karena UPPB tidak beroperasi atau tidak aktif, harga yang ditawarkan tidak lebih tinggi bahkan terkadang lebih rendah dari pasar lelang, terikat hutang dengan pedagang perantara, pembayaran hasil penjualan lama dan tidak bisa memenuhi quota yang ditetapkan dalam kontrak. Alasan UPPB tidak mau melakukan kemitraan adalah karena takut tidak bisa memenuhi quota dan sudah terikat hutang dengan pedagang perantara, harga yang ditawarkan tidak lebih tinggi dan kadang-kadang malah lebih rendah.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General) > S1-(972) Agriculture (General)
S Agriculture > S Agriculture (General) > S539.5-542.3 Research. Experimentation
Divisions: 05-Faculty of Agriculture > 54201-Agribusiness (S1)
Depositing User: Agustina Bidarti
Date Deposited: 21 Feb 2020 02:12
Last Modified: 21 Feb 2020 02:12
URI: http://repository.unsri.ac.id/id/eprint/27559

Actions (login required)

View Item View Item