Peer Review_Dampak promosi kesehatan Kawasan Tanpa Rokok di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II

Fadilah, Mariatul (2017) Peer Review_Dampak promosi kesehatan Kawasan Tanpa Rokok di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Majalah Kedokteran Sriwijaya, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. (Submitted)

[thumbnail of Dampak promkes gabung.pdf]
Preview
Text
Dampak promkes gabung.pdf

Download (978kB) | Preview

Abstract

Efek buruk asap rokok lebih besar bagi perokok pasif dibandingkan perokok aktif. Oleh karena itu diperlukan langkahlangkah pengamanan rokok bagi kesehatan, diantaranya melalui penetapan Kawasan Tanpa Rokok. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II adalah bandara internasional dan salah satu tempat Kawasan Tanpa Rokok yang memiliki sejumlah promosi kesehatan tentang Kawasan Tanpa Rokok. Penelitian ini bertujuan Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dampak promosi kesehatan kawasan tanpa rokok di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode in-depth interview (wawancara mendalam) dan observasi. Informan penelitian ini sebanyak 7 orang ditentukan secara purposive sampling. Analisis dampak promosi kesehatan menggunakan konsep Health-Belief Model (perceived susceptibility, perceived seriousness/severity, perceived benefit, perceived barriers, cues to action, self-efficacy). Penelitian ini dilakukan dengan metode in-depth interview (wawancara mendalam) dan observasi. Analisis dampak promosi kesehatan menggunakan konsep Health-Belief Model. Terdapat dampak dari promosi kesehatan kawasan tanpa rokok di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada pekerja dan pengunjung. Persepsi kerentanan pada pekerja yaitu merasa rentan terkena sanksi KTR. Persepsi kerentanan pada pengunjung yaitu merasa rentan membahayakan kesehatan orang lain dan lingkungan. Persepsi keseriusan/keparahan pada pekerja dan pengunjung yaitu merasa berbahaya kebakaran dan mengganggu penerbangan. Persepsi manfaat pada pekerja yaitu keselamatan bandara dan penerbangan. Persepsi manfaat pada pengunjung yaitu dapat terhindar dari asap rokok. Persepsi hambatan pada pekerja dan pengunjung yaitu kecanduan, kurang kesadaran, dan kurang pemahaman mengenai KTR. Pemicu untuk bertindak pada pekerja dan pengunjung adalah teguran dari petugas. Kemampuan diri pada pekerja dan pengunjung karena memahami peraturan dan menaatinya. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Health-Belief Model, in-depth interview, Kawasan Tanpa Rokok Abstract

Item Type: Other
Subjects:
Divisions: 04-Faculty of Medicine > 11201-Medicine (S1)
Depositing User: MRS MARIATUL FADILAH
Date Deposited: 27 Nov 2020 03:37
Last Modified: 27 Nov 2020 03:37
URI: http://repository.unsri.ac.id/id/eprint/27950

Actions (login required)

View Item View Item